Selasa, 08 Desember 2015

Andalangi Hadiri Rakor monitoring dan evaluasi reformasi birokrasi provinsi dan Kab/kota se-Sulut



Bertempat di Ruang Rapat C.J Rantung Kantor Gubernur Provinsi Sulut Ass III Setda kota Bitung Drs Malton Andalangi menghadiri acara Koordinasi monitoring dan evaluasi reformasi birokrasi provinsi dan Kab/kota se-Sulut, Selasa 24/11, yang dibuka secara langsung oleh Pj. Gubernur Provinsi Sulut Sony Sumarsono dan dihadiri oleh para pejabat perwakilan  dari 15 kab/kota se-Sulut.

Sumarsono dalam kesempatan itu menuturkan bahwa Sesuai dengan program dari Kementerian PANRB, Pemerintah Daerah wajib membuat Roadmap Reformasi Birokrasi. Roadmap ini merupakan pedoman untuk pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. "Evaluasi yang dilaksanakan oleh Tim Evaluator Kementerian PANRB ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran seberapa jauh pelaksanaan Roadmap Reformasi Birokrasi yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah." tutur Sumarsono
Menurut Andalangi dalam acara tersebut juga dibahas tentang perlu adanya langkah-langkah yang masih perlu diambil untuk percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi mengingat Reformasi Birokrasi memang masih tergolong baru"sehingga masih banyak dilakukan perbaikan, terutama pada indikator-indikator perbaikan di dalam Roadmap yang disusun Pemerintah Daerah." tutur Andalangi

Rapat tersebut juga menghadirkan nara sumber dari kementrian PANRB yang memaparkan tentang sosialisasi Permenpan No.12 tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi RI Tahun 2015-2019 serta Inspektorat Sulut Praseno Hadi, Andalangi  dalam kesempatan itu didampingi Inspektur Kota Bitung Tony Katuuk, Kabag Humas Pemkot Bitung Erwin Kontu,  Kaban BAPPEDA kota Bitung serta beberapa pejabat terkait lainnya.

Bitung Raih Adipura Ke-10, 9 kali disabet berturut-turut.




Pemerintah Kota Bitung kembali meraih penghargaan Adipura Tahun 2015 kategori kota sedang, melalaui sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang MSI yang diberikan langsung Wakil Presiden RI Bapak M. Jusuf Kalla bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. dalalam acara Malam Anugerah Lingkungan 2015 di Gedung Bidakara pada Senin 23/11.

Wapres menyampaikan anugerah adipura ini merupakan suatu bukti pimpinan daerah dalam mewujudkan daerahnya bersih dan peduli terhdap lingkungan "Sesuai dengan tujuan pelaksanaan Adipura yaitu untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota, membangun partisipasi aktif masyarakat serta dunia usaha, mewujudkan kota-kota yang berkelanjutan, dan ini sebagai bagian dari penerapan mewujudkan pemerintah yang baik khususnya di bidang lingkungan, serta wujud mendukung penerapan prinsip-prinsip good governance di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," kata Wapres
Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam laporan menjelaskan Penghargaan ini diselengarakan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK), dimana pemberian penghargaan Adipura untuk pemerintah kabupaten kota dan provinsi yang dinilai memiliki kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Adapun Penghargaan terhadap pemerintah daerah diberikan melalui penilaian Adipura terhadap 357 kota dan ibukota kabupaten seluruh Indonesia.
Lanjutnya, penilaian nasional Adipura selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan dari 63,31 menjadi 67,51. Kenaikan sebesar 6,63% ini merupakan indikasi kenaikan kualitas lingkungan hidup perkotaan secara nasional. Terdapat pengetatan kriteria dalam rangka mendorong pemenuhan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yaitu menggunakan kriteria TPA yang operasionalnya minimal Controlled Landfill (lahan urug terkontrol), Hal ini diindikasikan dengan Nilai TPA ≥ 74 untuk kategori kota Kecil dan Sedang serta Nilai TPA ≥ 72 untuk kategori kota Besar dan Metropolitan. Jadi jika ada suatu kota memiliki Nilai Adipura ≥ 75 namun nilai TPA-nya tidak memenuhi kriteria di atas maka kota tersebut tidak akan diberikan penghargaan Adipura.
Sementara Humiang menyampaikan Penghargaan ini merupakan prestasi seluruh masyarakat Kota Bitung yang dipimpin Walikota Hanny Sondakh dan Wakil Wlikota M.J Lomban atas kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga Kota Bitung tetap bersih, “Penghargaan Adipura bukanlah satu tujuan yang harus dicapai, tetapi suatu sarana untuk mencapai tujuan akhir yaitu terciptanya Kota Bitung yang bersih, asri, hijau dan tertata sebagaimana mencerminkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohaninya”, “katanya.
“Lewat penghargaan ini tentunya Pemkot menympaikan terima kasih kepada segenap stakeholder serta masyarakat Kota Bitung atas kepedulian terhadap kebersihan lingkungan Kota Bitung", “kata Sekkot.
“tentunya pemerintah bersama masyarakat Kota Bitung patut berbangga dan bersyukur atas penghargaan adipura ini, dimana Bitung salah satu kota di Sulut yang mempertahankan 9 kali berturut-turut sejak Tahun 2007-2015  dan penghargaan ini merupakan adipura ke 10 bagi bagi Kota Bitung, dimana pertama kalinya diraih pada Tahun 1997 yang saat tersebut dipimpin Dr S.H Sarundjang”, “kunci Humiang.

Sondakh: Realisasi Anggaran Harus Sesuai Peruntukannya

Mengingat akhir tahun anggaran 2015, Hanny Sondakh selaku Walikota Bitung menginstruksikan bagi pimpinan SKPD dilingkungan pemerintah kota Bitung untuk selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pengguna Anggaran (PA) untuk memperhatikan dan melakukan pengawasan penuh terhadap realisasi anggaran baik fisik dan keuangan di tiap SKPD masing-masing.” Saya minta tiap SKPD memperhatikan pada setiap melakukan realisasi anggaran dan harus mengatur dengan baik “ tuturnya.

Ditambahkannya juga bahwa Realisasi anggaran harus jelas peruntukannya serta kelengkapan administrasi harus jelas, dan dalam melaksanakan realisasi atau pemasukkan dokumen tagihan anggaran harus dipercepat mengingat batas cut off/tutup buku berakhir tanggal 15 Desember 2015.” Setiap melakukan realisasi harus sesuai dengan peruntukannya agar tepat sasaran, “ instruksinya

Pelajar Kota Bitung Raih Juara Tiga Umum Kejurnas Kempo


Atlit Kempo Kota Bitung berhasil mengaharumkan namanya dalam Kejuaraan Pelajar Nasional (Kejurnas) antar kota shorinji Kempo di Kota Makassar tahun 2015 dengan meraih Juara III Nasional.

Hal ini disampaikan oleh Kadis Pemuda dan Olahraga Michael Sondakh bahwa dalam kejuaraan ini ada tiga atlit kempo meraih medali emas yaitu pada cabang Rondori Kelas 60 kg putra diiraih Michael Manumpahi (siswa SMK 2 Bitung), rondori  kelas 50 kg putri diraih Silvia Badarab (SMK Muhamadiyah) dan rondori kelas 45 kg putri diraih oleh Cikita Rosmawati (SMA 2 Bitung).

Selain itu, ada juga yang meraih medali perunggu yaitu rondori kelas 40 kg diraih oleh Kezya Tidayoh (SMP 5) dan rondori kelas 65 kg diraih oleh Efraim Yuda Biasa (SMA 2). “ Jadi total medali yang diraih 3 medali emas dan 2 medali perunggu serta menyabet juara III umum Kejurnas Kempo, “ Pungkas Sondakh.

“ Kami  sangat mengapresiasi kepada atlit kempo atas apa yang diraih dan dipersembahkan untuk kota Bitung dalam Kejurnas Kempo ini, “ pungkas Tonny Katuuk pada saat menyampaikan amanat pada upacara bendera hari Senin, 23 Nopember 2015. “Kami juga berterima kasih atas keberhasilan yang diraih oleh pelajar kota Bitung di bidang olahraga dan potensi tersebut  diseriusi serta dipertahankan prestasinya, “ tuturnya.

Sondakh: ASN Harus Kedepankan Netralitas

Walikota Bitung Hanny Sondakh menginstruksikan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah kota Bitung serta THL (tenaga harian lepas) harus Kedepankan Netralitas menjelang pesta demokrasi pemilihan pilkada nanti. “ Sebagai Abdi Negara dan Masyarakat harus mengedepankan netralitas serta mengutamakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) agar pelayanan prima terhadap masyarakat berjalan dengan baik, “ perintahnya.

 Sondakh menambahkan sebagai ASN dan THL harus menjadi corong pemerintah terhadap masyarakat yaitu mengajak masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi bukan terlibat pada salah satu calon atau partai politik apalagi menjadi tim sukses.  “ ASN harus taat aturan jangan terlibat pada partai atau calon tertentu, karena hal ini akan berdampak pada tupoksinya sebagai ASN, “ tuturnya

Hal ini juga senada yang disampaikan oleh pejabat Gubernur pada saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bitung kemarin dimana Gubernur menegaskan bahwa Tindakan Tegas ASN yang tidak netral bisa dijatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara sampai pemberhentian tetap. “ jadi ASN maupun THL harus netral, jika tidak akan ditindak tegas, “ tutur Sondakh

Asisten I Buka Sosialisasi Bahaya Narkoba Dan Seks Bebas di Kalangan Remaja kota Bitung



Plt. Asisten In Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Alfred Mandak membuka Sosialisasi Pencegahan Bahaya  Narkoba dan Pengaruh Seks Bebas dikalangan remaja yang ada di kota Bitung didampingi Kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Victorine Lengkong bersama Pemateri Kepala BNN Bitung Dr. Tommy Sumampow . Diikuti Sebanyak 300 siswa/siswi tingkat SMP ,SMU dan Ikatan Putra Putri Bitung. Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) , Selasa 17/11 lalu.

Dalam Sambutan Walikota yang di bacakan Mandak, mengapresiasi Sosialisasi yang digagas Bagian PP dan PA,  Pemerintah kota Bitung sangat mendukung kegiatan ini dan melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan pesan positif kepada adik-adik remaja yang ada di kota  Bitung tentang Bahaya Narkoba dan Seks Bebas.

Sumampow seaku Kepala BNN Kota Bitung mengatakan, agar para pelajar jangan coba-coba terhadap Narkoba , Sebab narkoba jika sudah satu kali dirasa maka akan timbul kecanduan.”Untuk  itu kami mengimbau kepada kalangan pelajar harus rajin berdoa ,beribadah, mengikuti kegiatan positif  seperti olahraga dan kegiatan ekstrakulikuler sehingga terhindar dengan pergaulan bebas yang menjerumuskan kelembah hitam  dengan penggunaan narkoba, ‘’katanya.

Humiang Lepas Jalan Sehat Peringati HKN Ke-51




Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 yang jatuh pada tanggal 12 November, pemerintah Kota Bitung melalui dinas Kesehatan Kota Bitung melaksanakan jalan sehat dan semam zumba yang dilepas Sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang Msi bertempat Lapangan upacara kantor Walikota Bitung, jumat 20/11.
peringatan HKN ini ditandai dengan pelepasan balon udara oleh Sekot didampingi sejumlah pimpinan SKPD dan disaksikan segenap peserta jalan sehat yakni para ASN jajaran Pemkot Bitung.

Dalam sambutan Humiang membacakan sambutan menteri kesehatan RI Prof Dr, dr Nila Farid Moeloek SPM(K) yang berisikan tema tahun ini adalah Indonesia Cinta Sehat : “Generasi Cinta Sehat Siap Membangun Negeri” Sesuai amanat Presiden RI tentang Revolusi Mental melalui konsep Nawa Cita dengan terus melakukan inovasi kerjasama dan kerja cerdas sesuai dengan semangat kabinet kerja.

Lanjutnya, Kementerian Kesehatan mengarahkan bahwa Pembangunan Kesehatan untuk mewujudkan kualitas manusia Indonesia melalui pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan maka Prioritas pembangunan kesehatan tahun 2015-2019 dititik beratkan dalam 3 pilar yaitu, 1) Paradigma Sehat dengan pangarustamaan upaya preventif, promotif dan pemberdayaan masyarakat, 2) Peningkatan Pelayanan Kesehatan melalui strategi peningkatan pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, pendekatan continuum of care, intervensi berbasis resiko kesehatan, 3) JKN melalui Kartu Indonesia Sehat.

Pada peringatan HKN tahun ini Menkes berharap dapat dijadikan momentum untuk menyampaikan kepada masyarakat agar merubah cara pandang dan meninggalkan cara menjaga kesehatan melalui kuratif menuju semangat preventif dan promotif tentu saja dengan membiasakan polah hidup bersih dan sehat (PHBS) dan upaya pencegah penyakit melalui kampanye Aksi CERDIK.
selin itu Pembangunan Kesehatan sebagai unsur peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, jaren kesehatan adalah investasi, maka pembangunan kesehatan harus mendorong upaya preventif dan promotif. “Kunci Humiang.

Adapun Kegiatan Jalan sehat ini juga digelar di Kecamatan Aertembaga dan dilepas Oleh Kepala Badan Kepegwaian Daerah Pendidikan dan Peltihan (BKD-PP) Kota Bitung Yossy Kawengian.