Jumat, 02 Oktober 2015

Humiang Ajak Masyarakat Lestarikan Hutan




Pemerintah Kota Bitung melalui bagian Sumber Daya Alam (SDA), melaksanakan sosialisasi tentang Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. (P3H). Bertempat gedung Balai Pertemuan Umum Kantor Walikota Bitung, selasa 29/9.

Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka Sekeretris Kota Bitung Drs Edison Humiang MSI dan dihadiri dari kalangan unsur  forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda) dan kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta para  aparat Kecamatan dan masyarakat.

dalam arahan Sekot mengharapkan peserta untuk dapat menyerap dengan baik sosialisasi ini dan nantinya bisa diimplemantasikan atau disampaikan kepada masyarakat  dengan tujuan untuk bersama-sama kita berkomitmen melestarikan hutan.

menurutnya, sosialisasi ini sangat penting berhubung saat ini sebagian wilayah kota Bitung berada dalam posisi siaga bencana kekeringan yang menyebabkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan akibat musim Kemrau.

mengingat kondisi kerusakan hutan saat ini sudah cukup parah akibat bencana kebakaran, untuk itu Pemkot segera akan melakukan langakah-langkah serius untuk penanganan pembenahan dengan melakukan reboisasi kembali hutan yang mengalami erosi tersebut.

Lewat reboisasi tersebut Pemkot akan mengkerahkan masyarakat dalam upaya memperbaiki dan melestarikan hutan. “kedepan jangan ada lagi oknum yang sengaja melakukan pembiaraan dan merambah kawasan hutan, jika terjadi maka pemerintah akan bertindak tegas sesuai UU yang berlaku, justru mari kita bersama-sama sadar bahwa melindungi Hutan sangatlah penting”, “ajak Humiang.

Turut memberikan materi, BKSDA Provinsi Sulut Askhari Masikki didampingi Abdul Latief Tasman dari pihak PBKH bersama Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral Alex Watimena, Kabag SDA Elen Sutrisno.

Selasa, 29 September 2015

Wawali dan Sekot Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja SKPD





Wakil Walikota Bitung M.J Lomban didampingi Sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang MSI, memimpin rapat evaluasi kinerga bersama pimpinan SKPD dilingkup Pemkot Bitung bertempat Gedung Balai Pertemuan umum, senin 28/9.
Dalam rapat Wawali dan Sekot membahas tentang sejauhmana realisasi tupoksi ditiap-tiap SKPD, terutama mengenai penyerapan anggaran yakni PAD, APBD dan LKPJ. Adapun pembahasan lainnya mengenai pelayanan publik serta yang terpenting tentang antisipasi bencana kemarau yang dianggap pelru adanya penanganan serius dari SKPD terkait.
Menurut Wawali, “Pimpinan harus lebih meningkatkan peranan kinerga dan pro aktif dalam mengawasi penyerapan serta evaluasi anggaran ditiap SKPD-nya, selain itu sistim layanan publik penting adanya koordinasi antar instansi terkait guna memaksimalkan kebutuhan pelayanan bagi masyarakat agar lebih optimal“, “ tuturnya.
Sementara, Humiang menambahkan dalam upaya mengantisipasi bencana kebakaran hutan dan kekekringan akibat kemarau, dimintakan agar SKPD terkait segera melakukan tindakan penanggulangan sekaligus memberikan sosialisasi bagi masyarakat tentang antisipasi dini akibat bahaya kemarau sesuai intruksi Walikota Bitung Hanny Sondakh, “jelas Humiang.

Pemilihan Putra-Putri Bitung 2015


Bitung, 28 September 2015. Dinas Pariwisata Kota Bitung melalui Panitianya melaksanakan kegiatan pemilihan Putra-Putri Bitung Tahun 2015. Tujuan dari kegiatan ini dalam rangka pengembangan pariwisata kota Bitung khususnya untuk meningkatkan peran serta generasi muda terhadap pemahaman sikap dan perilaku dalam mengembangkan tata kehidupan yang berbudaya, bermoral pancasila dan berkepribadian luhur.

Jimmy Lesar selaku Ketua Panita Pemilihan Putra-Putri Bitung 2015 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 2015 di Taman Kesatuan Bangsa dengan acara Talent Show dan Malam puncak final pada tanggal 1 Oktober 2015 bertempat di Gedung Kesenian Kota Bitung. “ Untuk itu kami meminta dukungan dari berbagai pihak agar kegiatan ini terselenggara dengan sukses, “ tuturnya.

Erwin Kontu Selaku Kabag Hubungan Masyarakat Setda Kota Bitung menyampaikan bahwa kegiatan pemilihan putra-putri Bitung ini merupakan agenda yang wajib dilaksanakan tiap tahunnya. “ Pemilihan Putra-Putri Bitung ini merupakan ajang pencarian bakat dimana Putra-Putri Bitung yang terpilih nanti memiliki intregritas dan kredibilitas yang baik dan akan mewakili kota Bitung dalam  mengikuti ivent-ivent penting selanjutnya, “ tutupnya

Bawa ratusan Pala, Humiang pimpin apel operasi padam

Kepedulian pemkot Bitung akan bahaya kebakaran hutan bisa diacunggi jempol. Pasalnya pada akhir pekan lalu, Sekkot Bitung Drs Edison Humiang membawa ratusan kepala Lingkungan dan Kepala RT tumpah ruah di Pos Manggala Agni (pasukan pemadam kebakaran) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara bersama dengan seratusan relawan dari Forum Komunikasi Pencinta Alam Sulut serta Relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan Kelompok Pemandu Wisata Alam Tangkoko yang terus berkordinasi  dengan Manggala Agni guna memadamkan api. Sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang yang memimpin langsung apel operasi padam mengemukakan jika semua pergerakan yang dilakukan para relawan harus sepengetahuan pihak Manggala Agni. “Yang paling mengetahui akan mekanisme pemadaman adalah manggala agni sehingga semua harus patuh dengan manggala agni,” katanya.
Pemerintah kota Bitung sendiri siap membantu dalam operasi padam ini. “Apapun yang dibutuhkan oleh relawan dan maggala agni maka kami siap membantunya,” kata Humiang seraya memberikan satu kendaraan operasional untuk dipakai mengangkut relawan selama kegiatan padam ini.
Sementara itu, kepala Pengendalian Operasional Kebakaran Hutan Manggala Agni Hambali saat mendampingi Humiang menyebutkan kalau apa yang telah dilakukan oleh pemkot Bitung sudah sangat membantu pihaknya. “Personil manggala agni di BKSDA hanya sekitar 30 orang dan rata-rata sudah kecapean karena sudah memadamkan api di Tomohon dan Bitung ini sekitar 3 bulan, tapi dengan adanya tenaga bantuan dari relawan dan pemkot ini merupakan sumbangan yang sangat baik bagi kami,” kara Hambali.
Diapun mengatakan jika saat ini, kawasan yang terbakar sudah sekitar 400 ha. “Kami sangat menyangkan ada media yang mengangkat kebakaran sudah sekitar 800 ha, namun data sementara dikami baru sekitar 400 an dan setelah kebakaran barulah kami akan melakukan pendataan kembali dan mendapatkan data yang benar-benar tepat dilapangan,” katanya seraya menghimbau kepada rekan-rekan pers untuk infomasi kerusakan harus tepat dan diberikan oleh orang yang tepat pula. “BKSDA sendiri sudah menunjuk kadaops manggala agni sebagai pintu informasi selain kepala balai sendiri,” katanya.

Senin, 28 September 2015

Sondakh : Perlu Adanya Sosialisasi Antisipasi Bencana Kemarau


Walikota Bitung Hanny Sondakh sering mengingatkan agar kita selalu berhati-hati dan siaga saat menghadapi bencana kemarau, sebab musimkemarau merupakan fenomena alam yang harus dihadapi secara bijak oleh kita karena di musim kemarau bisa timbul peristiwa kebakaran hutan seperti yang terjadi di wilayah cagar alam batuh putih Kota Bitung yang menghanguskan lahan sekitar 700 hektar. Oleh karena itu Sondakh kemabali mengimbau kepada SKPD terkait bersama perangkat kecamatan untuk segera bertindak melakukan sosialisasi sehubungan dengan antisipasi terhadap bencana akibat kemarau. Menurutnya hal ini penting, sebab Persoalan pemanasan global menjadiperhatian masyarakat kita terutama para pemerhati lingkungan hidup. Maka dari itu, perlu secara kontinyu mensosialisasikan gejala-gejala alam akibat pemanasan global dan tindakan apa yang harus dilakukan masyarakat mengantisipasinya. Tentunya masyarakat Kota Bitung perludiberikan bekal mengenai teknis mengatasi atau menantisipasi bahaya saat musim kemarau. Ditambahkan, Tindakan antisipasi dini berpengaruh terhadap aktivitas yang bijak oleh masyarakat dan sekaligus memberi makna penting agar masyarakat ikut serta berpartisipasi aktif menjaga dan melestarikan sumberdaya alam dan lingkungan hidup disekitarnya. ”ujar Sondakh.
 
Lanjutnya, selain terjadi kebakaran, kemarau berdampak menipisnya persediaan air, mempengaruhi kebutuhan air untuk area perkebunan bagi petani, menyulitkan persediaaan kebutuhan air minum dan sumber mataair bagi penduduk dan dapat menimbulkan terjadinya wabah penyakit yang menyerang alat pernafasan penduduk serta dampak negatif lainnya bagi
masyarakat. “kunci Sondakh.  

 

Peletakkan Batu Pertama Gereja Gmim Victory


Minggu, 27 September 2015. Peletakkan batu pertama pembangunan Gereja  dan Hari Ulang Tahun ke-8 jemaat GMIM Victory Sagerat Weru II Wilayah XI dihadiri oleh Wakil Walikota Bitung M. J. Lomban, SE, M.Si bersama Ny. Khouni Lomban Rawung beserta pejabat lainnya. Dengan bertemakan Tuhan Mengangkat Kita dari Samudera Raya, Ibadah berlangsung dengan hikmad.
Lomban dalam sambutannya mewakili pemerintah Kota Bitung mengajak jemaat GMIM Victory untuk selalu bersyukur atas karunia Tuhan. “ Seiring bertambahnya usia, membuat kita selalu bersyukur atas karunia Tuhan Yesus Kristus, “ tuturnya.
Lomban juga mengapresiasi terhadap pembangunan gereja melaui peletakan batu pertama Gereja GMIM jemaat Victory yan merupakan kinerja terbaik dari jemaat dalam rangka peningkatan pembangun Gereja. “ Mari bersama-sama kita topang pembangunan gereja ini hingga selesai, “ tuturnya.

Humiang Pantau Lokasi Kebakaran Hutan


Akibat kemarau panjang yang melanda selang beberapa bulan ini, ratusan hektar lahan dan hutan di Kota Bitung tepatnya di Wilayah batuputih kecamatan Ranowulu Terbakar.
Berdasarkan informasi tersebut, Sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang MSI langsung melakukan pemantauan dilokasi kebakaran didampingi pihak polisi Kehutanan dan aparat kecamatan setempat, Jumat 25/9.
Dari pemantauan tersebut kebakaran sudah mulai meredah, karena Badan Penangulangan bencana Kota Bitung bersama masyarakat setempat sudah melakukan pemadaman.
Merenurut Humiang kebakaran ini sangat mengkwatirkan sebab lahan yang terbakat mencapai 600 lebih Hektar dimana sebagian besar kawasan yang terbakar merupakan rumput kering. Api merembet dan menghanguskan berbagai tanaman kelapa, jagung juga tanaman lain disekitarnya. kebakaran tersebut diduga api berasal tengah-tengah kawasan perkebunan sehingga merembet akibat tiupan angin kencang. “Apalagi Lahan yang kering ditambah panas matahari membuat lahan mudah terbakar. Dan menurutnya potensi kebakaran tinggi masih akan berlnjut mengingat musim kemarau masih panjang”, “kata Sekot.
Sebagai upaya menanggulangi kebakaran diminta agar kita Wajib melakukan waspada sebagai langkah antisipasi, untuk itu diminta agar warga lebih berhati-hati jika membakar hasil perkebunan dan pertanian seperti kopra dan sebagainya, sebab saat ini musim kemarau yang mengakibatkan banyak tanaman yang kering.  “harap Humiang.