Selasa, 08 Desember 2015

Pemkot Gelar Syukur Raih Adipura 2015




Jumat 27/11, bertempat Gedung Balai pertemuan umum Kantor Walikota, Pemerintah Kota Bitung menggelar Ibadah Syukur dalam rangka dirainya Penghargan Adipura Tahun 2015.
Ibadah Syukur Adipura dipimpin Pdt Pdt Yessy Kotambunan MTH lewat pembacaan firman Mazmur 100:4 yakni “Masulklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur kedalam pelataran-Nya dengaan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya”.

Sementara, Walikota Bitung Hanny Sondakh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas kebersihan dan SKPD terkait lainnya serta segenap aparat Kecamatan juga masyarakat Bitung yang telah memberikan perhatian dan kontribusi terhadap kebersihan lingkungan sehingga Bitung diberikan penghargaan Adipura 2015 yang merupakan Adipura ke sembilan kali berturut-turut sejak Tahun 2007-2015 oleh pemerintah pusat, dimama pada tahun 1997 Bitung pernah meraih Penghrgaan Adipura.
“Tentunya ini berkat usaha kebersamaan dan gotong royong kita semua sebagai warga Bitung untuk menjadikan dan menciptakan daerah bersih dan hijau, Kedepan Mari kita tingkatkan terus prestasi ini dalam upaya meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup serta mewujudkan Pemerintahan yang baik”, “ujar Sondakh.

hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota M.J Lomban, Sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang MSI, Ketua DPRD Bitung Laurensius Supit dan Ketua Komisi A Vicktor Tatanude SH, pimpinan SKPD, segenap aparat Kecamatan juga segenap jajaran kebersihan Kota Bitung dan undangan.

Sekot Hadiri Ibadah Oikumene



Ibadah Oikumene seminggu sekali yang diselenggarakan Bagian Kesejahteraan rakyat (Kesra) bagi umat kristen dan badan Tazkir umat muslim. Bagi umat Kristen dihadiri Sekretaris Daerah Kota Bitung, Drs. Edison Humiang, M.Si bersama para pejabat yang hadir dan PNS dan THL yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Bitung, Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU), Ibadah yang dipimpin Pdt. Agustinus Lumombo, STh dari GPDI Solideo Baturiri . Kamis 26/11.

Humiang dalam arahannya menyampaikan terima kasih bagi pendeta yang sudah memimpin jalannya ibadah dan bagi semua pegawai yang hadir, serta mengingatkan pemilukada semakin dekat harus mengedepankan netralitas serta mengutamakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) agar pelayanan prima terhadap masyarakat berjalan dengan baik, ''pintnya.

Lanjut Humiang menegaskan bahwa Tindakan Tegas ASN yang tidak netral bisa dijatuhkan sanksi berupa pemberhentian sementara sampai pemberhentian tetap. “ jadi ASN maupun THL harus netral, jika tidak akan ditindak tegas. Sebagai ASN dan THL harus menjadi corong pemerintah terhadap masyarakat yaitu mengajak masyarakat untuk mensukseskan pesta demokrasi bukan terlibat pada salah satu calon atau partai politik apalagi menjadi tim sukses.  “ ASN harus taat aturan jangan terlibat pada partai atau calon tertentu, karena hal ini akan berdampak pada tupoksinya sebagai ASN, “ tutupnya.

Masuki Musim Hujan, Sondakh Imbau Warga Waspada DBD

Dalam seminggu belakangan, curah hujan di Kota Bitung cukup tinggi. Hampir setiap hari hujan turun. Karena itu Pemerintah Kota Bitung melalui Walikota Bitung Hanny Sondakh mengimbau seluruh warganya untuk waspada. Salah satunya waspada terhadap serangan nyamuk Aedes Aegypti penyebab Dengue Haemorrhagic Fever atau Demam Berdarah (DBD).

Dengan adanya perubahan cuaca ini, Sondakh mengingatkan warganya harus rajin membersihkan lingkungan. Lebih jeli melihat lokasi yang bisa dijadikan sarang nyamuk. Sebab faktor utama penyebab demam berdarah adalah nyamuk Aedes Aegypti."Pencegahan demam berdarah yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus," tutur Sondakh

Tindakan 3M yang dimaksudkan Sondakh tersebut, adalah menguras tempat penampung air secara rutin, mengubur benda-benda bekas yang bisa menampung air serta menutup tempat penampungan air.Sedangkan yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan. Misalnya menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk dan menggunakan kelambu saat tidur.

Kemudian, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Tindakan 3M Plus ini, lanjut Sondakh, adalah hal yang paling ampuh untuk menangkal perkembangan DBD. Sebab, nyamuk Aedes Aegypti memang menjadi vektor utama penyebaran penyakit yang dapat menyebabkan kematian ini. Nyamuk DBD berkembang biak dengan sangat pesat, terutama pasca musim hujan.

"Meskipun bentuknya kecil, kuburkan kalau di lingkungan kita ada benda yang tak berguna yang dapat menampung air. Sebab meskipun genangan airnya kecil, namun sudah cukup buat nyamuk DBD untuk berkembang biak," ujar Sondakh

Sondakh juga mengintruksikan semua SKPD terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan serta seluruh Camat, Lurah, dan Kepala Puskesmas untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD" tutup  Sondakh.

Sekkot Terima Kunker Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH





Sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang MSI bersama kapolres Bitung AKBP. Reindolf Unmehopa, SH, SIK beserta sejumlah pimpinan Forkopimda menerima kunjungan Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno SH bertempat Mapolres Bitung rabu 25/11.
Komjen Pol Drs Putut Eko Bayuseno lewat perckapan menyampaikan maksud kunjungan kerjanya yakni mengadakan monitoring dan evaluasi (Morev) tentang giat fungsi Bimbingan masyarakat (Binmas) terkait penyelengaraan Pilkada dan Pilwako di Kota Bitung serta sisitim kamtibmasnya sebagaimana tindak lanjut perintah Kapolri, “jelasnya.
Lanjutnya mengatakan sehubungan dengan akan diadakan pilkada serentak di kota Bitung, dimintakan pihak Polres dan Pemkot harus bersinergi bersama masyarakatnya, guna memberikan pendekatan lewat pembinaan atau kegiatan kerjasma yang bersifat kemasyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran hukum, dalam upaya pencegahan tumbuhnya penyakit masyarakat.
“Pada intinya tugas para aparat dalam upaya pencegahan gangguan kamtibmas yakni melakukan kerjasama yang baik dan harmonis dengan masyarakat dalam upaya menangkal terjadinya berbagai pelanggaran hukum diwilayahnya”, “pintanya.

Sementara, Sekkot menyampaikan bahwa peran Pemerintah dan Forkopimda Kota Bitung saling berkoordinasi untuk melakukan berbagai program kegiatan seperti pemerintahan, keamanan pembangunan dan sebagainya termasuk menjelang Pilkda 9 Desember 2015 nanti.
Sambungnya, dalam upaya menangkal terhadap persoalan kamtibmas di Bitung tentunya pemkot selalu bersinergi bersama aparat dan masyarakat juga para tokoh agama serta ormas sebagai upaya meningkatkan pengawasan dan selalu membangun kebersamaan demi terciptanya kerukunan dan kedamaian di Bitung, “ujar Humiang.

Andalangi Hadiri Rakor monitoring dan evaluasi reformasi birokrasi provinsi dan Kab/kota se-Sulut



Bertempat di Ruang Rapat C.J Rantung Kantor Gubernur Provinsi Sulut Ass III Setda kota Bitung Drs Malton Andalangi menghadiri acara Koordinasi monitoring dan evaluasi reformasi birokrasi provinsi dan Kab/kota se-Sulut, Selasa 24/11, yang dibuka secara langsung oleh Pj. Gubernur Provinsi Sulut Sony Sumarsono dan dihadiri oleh para pejabat perwakilan  dari 15 kab/kota se-Sulut.

Sumarsono dalam kesempatan itu menuturkan bahwa Sesuai dengan program dari Kementerian PANRB, Pemerintah Daerah wajib membuat Roadmap Reformasi Birokrasi. Roadmap ini merupakan pedoman untuk pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. "Evaluasi yang dilaksanakan oleh Tim Evaluator Kementerian PANRB ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran seberapa jauh pelaksanaan Roadmap Reformasi Birokrasi yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah." tutur Sumarsono
Menurut Andalangi dalam acara tersebut juga dibahas tentang perlu adanya langkah-langkah yang masih perlu diambil untuk percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi mengingat Reformasi Birokrasi memang masih tergolong baru"sehingga masih banyak dilakukan perbaikan, terutama pada indikator-indikator perbaikan di dalam Roadmap yang disusun Pemerintah Daerah." tutur Andalangi

Rapat tersebut juga menghadirkan nara sumber dari kementrian PANRB yang memaparkan tentang sosialisasi Permenpan No.12 tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi RI Tahun 2015-2019 serta Inspektorat Sulut Praseno Hadi, Andalangi  dalam kesempatan itu didampingi Inspektur Kota Bitung Tony Katuuk, Kabag Humas Pemkot Bitung Erwin Kontu,  Kaban BAPPEDA kota Bitung serta beberapa pejabat terkait lainnya.

Bitung Raih Adipura Ke-10, 9 kali disabet berturut-turut.




Pemerintah Kota Bitung kembali meraih penghargaan Adipura Tahun 2015 kategori kota sedang, melalaui sekretaris Kota Bitung Drs Edison Humiang MSI yang diberikan langsung Wakil Presiden RI Bapak M. Jusuf Kalla bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. dalalam acara Malam Anugerah Lingkungan 2015 di Gedung Bidakara pada Senin 23/11.

Wapres menyampaikan anugerah adipura ini merupakan suatu bukti pimpinan daerah dalam mewujudkan daerahnya bersih dan peduli terhdap lingkungan "Sesuai dengan tujuan pelaksanaan Adipura yaitu untuk mendorong kepemimpinan pemerintah kabupaten/kota, membangun partisipasi aktif masyarakat serta dunia usaha, mewujudkan kota-kota yang berkelanjutan, dan ini sebagai bagian dari penerapan mewujudkan pemerintah yang baik khususnya di bidang lingkungan, serta wujud mendukung penerapan prinsip-prinsip good governance di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup," kata Wapres
Sementara, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam laporan menjelaskan Penghargaan ini diselengarakan Kementerian Lingkungan dan Kehutanan (KLHK), dimana pemberian penghargaan Adipura untuk pemerintah kabupaten kota dan provinsi yang dinilai memiliki kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan hidup. Adapun Penghargaan terhadap pemerintah daerah diberikan melalui penilaian Adipura terhadap 357 kota dan ibukota kabupaten seluruh Indonesia.
Lanjutnya, penilaian nasional Adipura selama empat tahun terakhir mengalami kenaikan dari 63,31 menjadi 67,51. Kenaikan sebesar 6,63% ini merupakan indikasi kenaikan kualitas lingkungan hidup perkotaan secara nasional. Terdapat pengetatan kriteria dalam rangka mendorong pemenuhan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yaitu menggunakan kriteria TPA yang operasionalnya minimal Controlled Landfill (lahan urug terkontrol), Hal ini diindikasikan dengan Nilai TPA ≥ 74 untuk kategori kota Kecil dan Sedang serta Nilai TPA ≥ 72 untuk kategori kota Besar dan Metropolitan. Jadi jika ada suatu kota memiliki Nilai Adipura ≥ 75 namun nilai TPA-nya tidak memenuhi kriteria di atas maka kota tersebut tidak akan diberikan penghargaan Adipura.
Sementara Humiang menyampaikan Penghargaan ini merupakan prestasi seluruh masyarakat Kota Bitung yang dipimpin Walikota Hanny Sondakh dan Wakil Wlikota M.J Lomban atas kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga Kota Bitung tetap bersih, “Penghargaan Adipura bukanlah satu tujuan yang harus dicapai, tetapi suatu sarana untuk mencapai tujuan akhir yaitu terciptanya Kota Bitung yang bersih, asri, hijau dan tertata sebagaimana mencerminkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohaninya”, “katanya.
“Lewat penghargaan ini tentunya Pemkot menympaikan terima kasih kepada segenap stakeholder serta masyarakat Kota Bitung atas kepedulian terhadap kebersihan lingkungan Kota Bitung", “kata Sekkot.
“tentunya pemerintah bersama masyarakat Kota Bitung patut berbangga dan bersyukur atas penghargaan adipura ini, dimana Bitung salah satu kota di Sulut yang mempertahankan 9 kali berturut-turut sejak Tahun 2007-2015  dan penghargaan ini merupakan adipura ke 10 bagi bagi Kota Bitung, dimana pertama kalinya diraih pada Tahun 1997 yang saat tersebut dipimpin Dr S.H Sarundjang”, “kunci Humiang.

Sondakh: Realisasi Anggaran Harus Sesuai Peruntukannya

Mengingat akhir tahun anggaran 2015, Hanny Sondakh selaku Walikota Bitung menginstruksikan bagi pimpinan SKPD dilingkungan pemerintah kota Bitung untuk selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pengguna Anggaran (PA) untuk memperhatikan dan melakukan pengawasan penuh terhadap realisasi anggaran baik fisik dan keuangan di tiap SKPD masing-masing.” Saya minta tiap SKPD memperhatikan pada setiap melakukan realisasi anggaran dan harus mengatur dengan baik “ tuturnya.

Ditambahkannya juga bahwa Realisasi anggaran harus jelas peruntukannya serta kelengkapan administrasi harus jelas, dan dalam melaksanakan realisasi atau pemasukkan dokumen tagihan anggaran harus dipercepat mengingat batas cut off/tutup buku berakhir tanggal 15 Desember 2015.” Setiap melakukan realisasi harus sesuai dengan peruntukannya agar tepat sasaran, “ instruksinya