Rabu, 24 September 2014

Pemkot Gelar Apel Korpri Peringati HUT Emas Provinsi Sulut dan PMI Ke-69


Lingkup Pemerintah Kota Bitung menggelar Apel Korpri Dalam rangka memperingati HUT Ke-50 Provinsi Sulawesi Utara serta HUT ke-69 Palang Merah Indonesia (PMI) yang digelar dilapangan upacara Kantor Walikota Bitung, Selasa 23/9.
Wakil Walikota Bitung M.J Lomban sebagai Irup Apel Korpri dalam sambutan mengatakan peringatan tahun emas nyiur melambai mengusung tema “dengan semangat Hut ke-50 Provinsi Sulut, Kita wujudkan masyarakat yang berbudaya, berdaya saing dan kesejahteraan menuju komunitas ekonomi aasean 2015”.
Melalui tema ini saya mengajak kita semua untuk terus menopang Pemerintah Provinsi Sulut untuk mengoptimalkan semua potensi dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, dimana penekanannya fokus pada peningkatan pendapatan yang menyentu pada kepentingan dan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Adapun peringatan HUT PMI ke-69 diharapkan generasi PMI mampu mempertahankan pelayanan yang optimal, profesionaldan berkualitas dan dapat berpartsipasi aktif disetiap aksi kemanusiaan diantaranya penanganan bencana, donor darah serta pelestarian lingkungan.
Apel Korpri saat ini juga diadakan peneyerahan piagam penghargaan dan bantuan dana bagi anggota Korpri Jajaran Pemkot Bitung bagi yang pensiun, Pensiunan Janda dan Duda dan pindah tugas ke daerah lain serta pendonor darah terbanyak, yang diberikan langsung Wawali M.J Lomban didampingi Wakil Ketua TP-PKK Ny Khouni Lomban-Rawung serta Assiten I Fabian Kaloh, SIP, MSI dan Sekretaris Korpri Yohan Kuhu, SE.





Humiang: Bitung Siap Menuju IHP


Sekretaris Kota Bitung Drs. Edison Humiang, MSI menyampaikan bahwa masyarakat dan Pemerintah Kota Bitung siap mendukung semua kebijakan dari Pemerintah Pusat untuk memantapkan Pelabuhan Bitung sebagai International Hub Port (IHP) karena pada akhirnya bukan saja untuk kepentingan peningkatan perekonomian di Kota Bitung tetapi juga untuk kepentingan bangsa Indonesia.
Ditambahkan, berdasarkan Amanat Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran pada Pasal 150 bahwa Pelabuhan Utama yang berfungsi sebagai Pelabuhan Hub Internasional harus ditetapkan oleh Pemerintah. Kemudian berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang MP3EI Tahun 2011–2025, Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan SISLOGNAS dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 144 Tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional dimana telah ditetapkan Pelabuhan Bitung dan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai Pelabuhan Hub Internasional.
Hal tersebut dikatakan Humiang dalam Rapat Koordinasi antara beberapa Kementerian (Bappenas, Menko Perekonomian dan Perhubungan) dengan Pemerintah Kota Bitung dan Pemerintah Kab. Batubara pada hari Senin 22/9. di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Rapat ini dibuka dan dipimpin oleh Edi Putra Irawady (Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Perniagaan dan Kewirausahaan) dan dilanjutkan dengan presentasi mengenai “Persiapan Pembangunan Pelabuhan Bitung Kuala Tanjung” oleh Budi Santoso (Sekretaris Tim Kerja SISLOGNAS).
Adapun penegasan Edi Putra Irawady bahwa di Indonesia hanya ditetapkan dua Pelabuhan Hub Internasional saja, dimana untuk Bagian Barat adalah Pelabuhan Kuala Tanjung Kab. Batubara dan untuk Bagian Timur adalah Pelabuhan Bitung Kota Bitung. Kedua pelabuhan ini merupakan Pintu Masuk Indonesia  ke atau dari Luar Negeri. Maka untuk itu akan disusun arah kebijakan yang lebih jelas,  yaitu roadmap dan langkah pelaksanaan untuk Pengembangan ke dua Pelabuhan Hub Internasional sehingga dapat berkompetisi dengan Pelabuhan yang ada di Negara-negara di sekitar Indonesia.



Lomban Terima Kunjungan Tim ATL


Budaya dapat dijadikan arah karakter bangsa. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Walikota Bitung, Maxmilian J Lomban, dalam sambutannya pada  pembukaan Seminar Internasional dan Festival Tradisi Lisan IX yang diselenggarakan oleh Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Walikota Bitung, Senin 22/9.

Oleh karena itu, Lomban sangat prihatin jika generasi muda malu atau berusaha menyembunyikan identitas dirinya sebagai anak-anak yang mampu menguasai bahasa daerah. Menurut beliau, kota Bitung memiliki latar belakang Budaya yang beragam mulai dari Minahasa, Sangihe, dan berbagai jenis suku lainnya yang tinggal di Bitung.

“Generasi muda seharusnya tetap bangga menunjukkan identitas dirinya dan menjujunjung tinggi harga dirinya sebagai anak muda bangsa yang kaya akan budayanya masing-masing.” Tutur Lomban

Sementara itu Ketua Umum ATL Dr. Pudentia MPSS mengatakan bahwa tujuan seminar ini adalah memberikan perhatian pada tradisi lisan dan komunitasnya (yang termasuk dalam kelompok minoritas), memperhatikan berbagai potensi tradisi lisan sebagai salah satu sumber utama penciptaan karya kreatif, dan menghidupkan tradisi lisan.

Lomban berharap lewat seminar ini dapat  menyelamatkan dan melindungi budaya dan tradisi lisan yang merupakan warisan leluhur bangsa yang sangat berharga.  “Kehilangan hal-hal itu adalah sebuah bencana”, tandasnya.


Sondakh Terima Kunjungan Duta Besar China


Senin 22/9. Duta Besar Negara China untuk Indonesia XIe Feng mengadakan Kunjungan kerja ke Kota Bitung didampingi Gubernur Sulut Dr. S.H Sarundajang bersama rombongan dan diterima Walikota Bitung Hanny Sondakh didampingi Wakil Walikota M.J Lomban besrta SKPD Terkait.
Dubes China beserta rombongan mengadakan kunjungan di area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pelabuhan Perikanan, Pelabuhan Peti Kemas dan Pelabuhan Samudera Bitung.
Tujuan Kunjungan Dubes China Xie Feng ke Bitung merupakan agenda kerja dalam upaya menjalin hubungan kerjasama terutama bidang perekonomian dan pembangunan juga sektor lainnya.
Ditambahkanya, kami sangat mementingkan melakukan kerjasama dengan masyarakat Indonesia. “Karena kami akan senantiasa mendukung pembangunan di Indonesia dan juga akan senantiasa mendukung kerjasama di berbagai bidang. “ujarnya.
Sarundajang mengatakan “Ini harus diseriusi oleh pemerintah sebab China tidak main-main karena ini merupakan peluang besar dalam menunjang berbagai kemajuan di daerah ini”.
Sementara, Sondakh sangat tersespon atas kunjungan ini, yang bertujuan menjalin kerjasama perdagangan dan investasi, juga meningkatkan kerjasama di hampir semua sektor, mulai dari pembangunan, perindustran, perekonomian serta pariwisata juga pembangunan infrastruktur, transportasi, energi dan sebagainya. Diharapakan semoga hubungan yang telah terjalin baik ini dapat terus berkelanjutan “Ujarnya.




Sondakh Terima Penghargaan Tertib Tata Ruang


Kementerian Pekerjaan Umum mengadakan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum (PKPD PU) Urusan Penataan Ruang tahun 2014.  Kota Bitung merupakan salah satu kota yang  masuk dalam shortlist atau Lima Besar dalam penilaian PKPD PU bersama dengan lima kota lain yaitu Balikpapan, Bogor, Medan dan Pekalongan.

Terkait dengan hal tersebut Walikota Bitung Hanny Sondakh menerima kunjungan dari Tim Pelaksana dan Dewan Juri PKPD PU yang dipimpin oleh Ir. Rezeki Peranginangin, Msc, MM di Rumah Dinas Walikota Bitung pada Rabu malam (17/9). Dalam Kesempatan itu pula PKPD PU menyerahkan penghargaan Tertib Tata Ruang kepada kota Bitung yang masuk dalam Lima Besar kategori kota se-Indonesia setelah melakukan penilaian oleh Dewan Juri. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Peranginangin kepada Sondakh yang turut disaksikan oleh Dewan Juri dan beberapa Pejabat di jajaran Pemkot Bitung.

Menurut Sondakh selain menyerahkan penghargaan tersebut, Tim Pelaksana dan Dewan Juri PKPD PU akan melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, akademisi, asosiasi profesi, dan Insatansi terkait lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan penataan ruang serta akan meninjau lokasi terkait pengendalian pemanfaatan ruang yang ada di kota Bitung.

"Kegiatan selanjutnya mereka (Dewan Juri PKPD PU) akan melakukan kunjungan lapangan dalam rangka penilaian selanjutnya yang nantinya akan menentukan peringkat" jelas Sondakh

 Penilaian kinerja nantinya akan dititik beratkan pada Pengendalian Pemanfaatan Ruang yang ada di Kota Bitung, yang selanjutnya akan dibandingkan dengan keempat kota terpilih lainnya. hal ini disampaikan Ir. Andi Oetomo, yang merupakan  salah satu dari Dewan Juri PKPD PU.


Sarundajang Kagumi Stand Kota Bitung


Usai membuka secara resmi pameran pembangunan dalam rangka HUT ke-50 Provinsi Sulut yang berlangsung di Kayuwatu, Manado Selasa 17/9, Gubernur Sulut Dr. S. H. Sarundajang didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Ny. Deitje Sarundajang Laoh Tambuwun bersama rombongan mengunjungi stand Kota Bitung.
Saat berkunjung gubernur diterima Sekretaris Kota Bitung Drs. Edison Humiang MSi bersama Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny. Josephien Sondakh Taroreh dan Wakil Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny Khouni Lomban-Rawung serta Ketua DWP Kota Bitung Ny. Telly Humiang-Muhaling juga sejumlah Anggota DPRD Kota Bitung dan para kepala SKPD Pemkot Bitung.
Dalam kunjungan Gubernur sangat terkesan apa yang ditampilkan Kota Bitung, Beliau juga memberikan apresiasi terhadap hasil-hasil industry, pertanian juga kerajinan, Pariwisata dan berbagai potensi lainnya. “Stand Kota Bitung sudah baik, apa yang dipamerkan selalu menjadi unggulan terutama dengan rencana pembangunan pengembangan dibidang infrastruktur, penataan wilayah yang sehubungan dengan akan dibangunya berbagai mega proyek di Kota Bitung seperti Hub Port, Kawasan Ekonomi Khusus, Serta perencanaan jalan Tol. “puji Sarundajang.
Humiang saat mendampingi Gubernur mengatakan, pameran promosi ini menjadi ajang menunjukan produk-produk serta ciri Khas hasil keunggulan serta potensi daerah daerah, dimana tampilan tersebut harus berkualitas, untuk itu perlu adanya perawatan dan pelestarian agar apa yang tampilkan lewat pameran ini dapat menarik perhatian dan bisa dipromosikan ditingkat nasional dan internasional guna Menuju komunitas ekonomi asean Tahun 2015.
Sementara, Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Ny. Deitje Sarundajang Laoh-Tambuwun kagum dengan apa yang telah di tampilakan Pengurus TP-PKK Kota Bitung seraya memuji berbagai hasil dan potensi kerajinan juga berbagai bentuk program dan kreativitas yang betujuan untuk membina dan Pemberdayaan masyarakat agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri.






Lomban Hadiri Lokakarya Pelatihan Internasional Pengelola Kawasan Konservasi Perairan


Bertempat di Pelabuhan Benoa Bali, Wakil Walikota Bitung Maxmilan J Lomban menghadiri acara Lokakarya Pelatihan Internasional Pengelola Kawasan Konservasi Perairan yang dibuka secara langsung oleh Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif C. Sutardjo, Selasa (16/9).

Menurut Lomban kedepannya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menyediakan Sumber Daya Manusia handal dan terlatih dalam mengelola Kawasan Konservasi Perairan “ Peningkatan kualitas SDM ini akan bermuara pada kesiapan SDM dalam mengawal program-program Konservasi yang bersandar pada rencana pengelolaan danZonasi Kawasan serta  Implementasi Operasionalisasi pengelolaan secara Komperhensif termasuk komponen pendanaan berkelanjutan” jelas Lomban

Lanjutnya lagi Pelaksanaan Lokakarya Pelatihan Internasional Pengelola Kawasan Konservasi Perairan atau International Training Workshop Marine Protected Area Governance karena adanya kerja sama antara KKP dengan lembaga Internasional yakni Coral Triangle Center (CTC) dan International Union for Conservation of Nature (IUCN). Lokakarya tersebut dilaksanakan di Bali pada tanggal 16-19 September 2014, dengan tema ”Towards Collaborative Governance of Marine Resources Management Across Indonesia and the Coral Triangle Region”.

“kegiatan ini dapat mendorong penerapan good ocean governance secara lebih luas, khususnya melalui peningkatan kapasitas SDM yang terlibat dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan dan hal yang tak kalah penting lainnya ialah  satu wilayah perairan akan dipengaruhi oleh wilayah lain. Untuk itu harus dilakukan kerjasama yang serius antar negara agar tetap terjaga kelestariannya sehingga mendorong pembangunan ekonomi negara yang berkelanjutan” tutup Lomban.